11 cara mengatasi rasa cemas saat memprospek

Mengubah pola pikir dapat meningkatkan kualitas cara Anda memprospek.

Takut ditolak adalah salah satu alasan utama orang ragu memprospek. Takut ditolak akan menjerumuskan Anda pada emosi negatif, perilaku negatif, dan hasil negatif.

Selalu ada ketakpastian saat kita memprospek. Rasa tak pasti memicu rasa cemas. Ketidaktahuan inilah yang berujung pada kegelisahan, yang merangsang timbulnya rasa takut. Rasa takut menciptakan rasa ragu, dan rasa ragu mengisap habis tenaga kita.

Pikiran yang didasari rasa takut menimbulkan sekresi kortisol, yang memicu sikap yang menghasilkan kortisol — lawan, kabur, diam, atau menenangkan diri.

Pola pikir optimis, ingin tahu, dan pembelajar memicu sekresi oksitosin — hormon bahagia, senyawa kehangatan, dan molekul penyemangat.

Cara agar oksitosin lebih sering keluar:

  •         Pikirkan “bagaimana kalau”.
  •         Pikirkan kesamaan signifikan apa yang ada di antara Anda dan prospek.
  •         Jujurlah.
  •         Tuliskan 100 aspirasi dan baca beberapa setiap pagi.
  •         Artikulasikan dan ingat nilai diri Anda: Mengapa Anda melakukan pekerjaan ini? Apa yang membuat Anda berbeda dari agen yang lain? Mengapa prospek mesti membeli dari Anda?
  •         Lakukan dialog batin yang positif: “Aku suka hidupku.” “Aku suka bisnisku.” “Aku berharga.” “Aku punya segudang prospek.” “Aku diterima di mana pun.” “Aku sayang diriku.” “Aku mengasihi umat manusia.” “Aku sayang keluargaku.” “Aku suka membantu orang meraih tujuannya.”
  •         Lakukan itu setiap hari.
  •         Jelajahi alam.
  •         Pikirkan semua nasabah dan betapa mereka menghargai Anda.
  •         Batasi asupan gula dan alkohol.
  •         Fokus ulang, arahkan ulang, bingkai ulang, komitmenkan ulang, segarkan ulang. Setiap hari.
Penulis
Connie F. Kadansky adalah coach penjualan di Phoenix, Arizona, AS.
1 MIN DURASI BACA